Good, Better, Best

FriendsJanuary 15, 2010 7:11 pm

Sejak hari Kamis, 14 Januari 2010 di kantor sudah heboh. Selain menghadapi kenyataan bahwa 2 minggu lagi gajian (ya ampun), juga karena ada berita bahwa katanya hari ini, Jum’at 15 Januari 2010 akan ada Gerhana Matahari. Bagi seorang Feny yang belum pernah lihat gerhana, sangat antusias!!! Sekaligus pesimis tidak akan bisa melihatnya karena sedang musim hujan.

"Lah, emangnya udah tau kalau besok bakal mendung juga?" komentar saya kemarin.

Hari ini, kami semua menerima email dari atasan. Informasi Gerhana matahari sebagai berikut :

Hari ini 15/1, Gerhana Matahari terlama, 11 menit 8 detik. Dimulai pk. 14.39 WIB, puncaknya pk 15.55. Proses berlangsung 1.5 jam. Gerhana Matahari dengan durasi > 11 mnt akan terjadi 1033 tahun lagi. So get out , witness and be part of a rare universe encounter ..

Nah, saat yang dinanti telah tiba. Saya dan 3 orang lainnya berduyun keluar ruangan, mencari si matahari. Ayo ayo, semuanya berkumpul dulu di tempat terbuka ya…. Gerhana matahari tidak boleh dilihat secara langsung. Tetapi harus menggunakan alat bantu seperti kacamata. Atau kain warna hitam. Boleh juga bahan lain asal warnanya hitam. Tapi mau dilihat pakai apapun, tetap tidak kelihatan. Karena… memang belum waktunya. Akhirnya kami kembali bekerja emoticon

Dan pada waktu yang tepat, gerhana bisa terlihat. Berikut ini adalah beberapa cara melihat gerhana matahari :

 

Nah, mas yang ini baru aja memasuki jam istirahat.

Eddy Sukisno

Kalo yang ini, sungguh kreatif. Tak ada kain, tas hitam pun jadi

Feny Kurnia Sari 

 

Bagaimana dengan yang ini? Seperti apa yah??? Lebih mirip orang habis keramas.

 

Ini lagi yang sungguh aneh tapi nyata:

 

 

Nah yang ini, ah gak usah komen apa-apa deh. Gak enak ama ibu-ibu mah emoticon

 

Lalu, manakah cara yang paling benar???

 

 

Hhhh, ada-ada saja kelakuan anak muda zaman sekarang. Ini kalau ketahuan sama yang tadi ngirim email soal gerhana bisa diapain nih? Dikasih kuliah sore, mungkin yah?? emoticon

Setidaknya, kami menemukan cara yang tepat untuk melihat gerhana tanpa panas-panasan :emoticon

 

Selamat melanjutkan aktivitas kawan-kawan, terima kasih sudah mampir… emoticon

FamilyDecember 31, 2009 11:10 pm

Resolusi… Resolusi!

Di akhir tahun 2008 lalu, saya memiliki resolusi Renovasi Rumah. Well yeah, sebagian rumah saya perlu direnovasi. Saya tidak ingin peninggalan papa saya ini berakhir sebagai gudang bersama yang isinya barang bekas seluruh keluarga.
Tapi, di tahun 2009 impian saya tidak tercapai. Padahal itulah satu-satunya resolusi yang saya buat. Rasanya tidak perlu merasa bersalah juga karena saya habiskan tahun 2009 dengan menabung untuk memiliki kendaraan pribadi. Yep, siapa sangka. Saya tidak pernah berani mencoba untuk mengendarai sepeda motor sejak dulu. Bahkan tidak pernah terbayangkan, bagaimana kalau saya harus meninggalkan angkot karena perjalanan ke kantor atau kemanapun bisa ditempuh dengan sepeda motor. Sim sala bim, dalam waktu sekejap saya berubah menjadi salah satu perempuan pengendara sepeda motor. A biker :D
Mungkin jalan seperti ini yang akhirnya Allah berikan untuk saya. Dia berikan saya waktu untuk beraktifitas dengan motor baru dan lebih rajin bekerja. Beberapa bulan kemudian Dia berikan saya laptop. Oh, subhanallah… Dia memang selalu mendengar do’a manusia.
Saya sempat merasa, ‘jangan-jangan resolusi yang akan terlaksana adalah resolusi tahun sebelumnya ya??’. Tapi gak gitu ah. Memang belum waktunya aja kali ya berkesempatan merenovasi rumah. Biarlah itu tetap menjadi resolusi saya untuk tahun 2010. Semoga kali ini bisa tercapai. Amiin.
Yang lainnya, saya ingin lebih sehat, lebih kreatif, lebih disiplin, lebih bersyukur, lebih peduli dan lebih bisa membahagiakan orang tua.


Hmmm, sebentar lagi saya akan keluar bersama mama dan pacar saya untuk nonton pesta kembang api. Happy new year… emoticon

FamilyDecember 30, 2009 8:31 pm

Tahun terakhir kuliah, saya suka ikut-ikutan kakak saya (Yuli; anak ke 5 di keluarga; cantik, putih, mungil; halah gak penting yah?hehe) ke pasar malam. Bukan untuk belanja gila-gilaan atau cuci mata, tapi menjadi bagian dari penjual yang bikin pasar tambah ramai. Yep, saya berjualan di kaki lima.

Sebenarnya karir saya di kaki lima sudah dimulai sejak smester awal kuliah. Menjadi asisten Abang saya (Alwi; anak ke-3 di keluarga; ganteng; sehat; papanya Sanu) di pasar kaget Alfa Bintaro setiap hari minggu pagi. Bukan main senangnya setiap pulang siang hari mendapat uang hasil kerja selama kurang lebih 5 jam. Bayarannya kalau gak salah Rp. 10.000. Amboiiii…!!! Lalu kegiatan itu terhenti, saya diberhentikan secara halus (halah, apa sih?) karena saat itu kami ada masalah yang membuat dua bersaudara perang dingin. Memang yah, pertikaian bisa menghentikan rizki. emoticon

So, saya kembali ke dunia gemerlap kaki lima dengan niatan awal: ‘iseng-iseng berhadiah nih, kayaknya seru aja gitu’. Setiap pulang kuliah saya langsung ganti kostum. Wesss jangan salah, saya punya baju dinas tuh untuk pergi berdagang. Kaos hijau buluk yang sekarang sudah gak tau dimana keberadaannya. Celana panjang warna hitam yang sudah tak hitam lagi (gara-gara kelamaan direndam sebelum cuci). Sandal jepit warna hitam dan topi hijau yang sampai sekarang masih suka saya pakai.

Seru banget loh bisa berada di tengah-tengah keramaian sambil cari uang gitu. Pernah nih, saya dan kakak baru datang, setting tempat, lalu penglaris datang. Jual tanktop bayi yang dulu harganya masih Rp. 5.000 (sekarang udah gak ada harga segitu, sori ye…). Baru jual satu potong, tiba-tiba hujan. Terusss terussss… Dan tiba saatnya pulang. Hari itu kami hanya mendapatkan Rp. 5.000.

Ada lagi, baru dapat rezeki Rp. 15.000 lalu hujan deras disertai angin kencang dan agak banjir. Tak cukup sampai disitu, ketika hujan reda dan kami bersiap pulang ternyata motor mati. Oh, no!!!

Kegiatan ini ada kordinatornya. Lokasi kebanyakan di perkampungan. Jam operasi mulai 4 sore sampai 10 malam. Tarif lapak berbeda-beda setiap tempat. Mulai Rp. 3.000 sampai dengan Rp. Rp. 10.000. Semakin tinggi harga sewa lapak, semakin bagus tempatnya (ramai pengunjung). Lapak bisa berpindah-pindah sesuai keadaan.

Lokasi yang pernah saya datangi :

Meruya (Jl. H. Sa’aba - pangkalan angkot B03, SMP Islam Al-Azhar Kembangan, Perumahan dekat Kampus Mercu Buana), Petukangan (Jl. Masjid - 2 tempat, Jl. Perjuangan, Jl. Muchtar Raya, Jl. AMD ), Pondok Aren dan lain-lain.

Sangat menyenangkan berada diantara pedagang lain, lampu-lampu penerang lapak bergantungan, suara musik dari beberapa pedagang CD bajakan yang saling bersahutan, serta suara-suara cempreng, keras, tinggi atau bahkan parau demi menawarkan dagangan mereka. Kalau kalian pernah lihat, proses membawa dagangan dari rumah ke lapak adalah hal yang sangat mengerikan. Kakak saya mengendarai motor, di depannya ada sebuah karung berisi dagangan. Saya duduk dibelakangnya sambil memangku sekarung lainnya , tertutup teriplek alas meja dan terjepit oleh besi-besi serta pipa paralon yang nantinya akan dirakit untuk menggantungkan baju-baju yang mau dijual.

Lama kelamaan, jumlah dagangan  bertambah banyak dan tak bisa lagi dibawa dengan sepeda motor. Kami tidak menghentikan usaha begitu saja. Pasar malam memang sudah ditinggalkan, tetapi kakak saya beli lapak yang lebih besar dan layak di pasar kaget Bintaro sektor 9. Tepatnya dibelakang Mc Donald. Kami sewa mobil untuk mengangkutnya pergi dan pulang setiap hari minggu. Berangkat pukul 5 pagi, pulang lewat tengah hari.

Suasanya masih sama dengan pasar malam. Ramai. Alhamdulillah penjualan meningkat drastis. Saya tidak menerima berapa persen dari sehari. Masih menerima upah bantu-bantu seperti sebelumnya, tapi jumlahnya tentu lebih banyak dari sebelumnya :p. Saya enjoy dengan semua ini. Apalagi, si abang-abang CD bajakan selalu memutar lagu Nidji ‘Hapus Aku’ setiap kali kami berbenah untuk pulang. Bikin semangat!!!!

Segala sesuatu memang memiliki tantangan tersendiri. Yang terberat adalah ketika bulan puasa kami harus terjemur seharian bersama debu-debu jahat. Suara musik tak karuan yang membuat isi kepala serasa mau keluar saja. Dilengkapi godaannya adalah manusia-manusia tak beriman yang tidak menghargai orang berpuasa dengan minum dan makan sembarangan ditempat umum. Masya Allah, saya tak pernah merasakan berpuasa bisa seberat itu.

Semua itu tak akan terlupakan. Saya bersyukur pernah mengalaminya bahkan ditengah saya harus menyelesaikan skripsi. Setidaknya bisa tahu, dengan kerja keras apa saja bisa dilakukan.

Kemarin saya dengar atasan saya bilang "Kita harus mencintai kerja keras". Itulah yang membuat saya jadi ingin menulis blog ini. Bahwa kita tidak boleh menyerah!!!

BLOGAN 2009September 4, 2009 8:10 am

Uuuh, kerjaan dikantor lagi padet-padetnya. Kemarin habis meeting di Puri masih ada yang kelewatan. Saya belum setting program diskon kerjasama dengan salah satu Bank Pemerintah. Aduh, koq bisa kelewat sih??? Lagian dia punya PKS juga gak terbit-terbit sih. Mana programnya cuma sebulan, kalo gak dikerjain segera bisa batal deh urusannya. Yang ada saya bakal di-komplen sama orang-orang se-Jakarta mengingat program ini sudah muncul di iklan Harian Kompas.

So, setelah buka puasa bersama (srlp, enak banget kolaknya) ada perpanjangan waktu untuk bertatapan dengan monitor selama 1 jam di ruang yang banyak banget nyamuknya. Ampun deh, gatel…..!!!! Sebetulnya setting yang kayak beginian di Point of Solution bisa lebih cepat sih. Tapi agak terhambat karena yang diskon ini cuma untuk menu tertentu dengan cara masak tertentu. Nah loh. Kalo cuma menu tertentu sih tinggal klik selected product. Tapi gak bisa pilih satu cara masaknya saja. Akhirnya harus create new category deh supaya berhasil misi "menu tertentu dengan cara masak tertentu"nya. Ini nih yang bikin lama.

Sudah hampir jam 8 malam, ketika memastikan page yang baru dibuat bisa dioperasikan di kasir. Setelah simulasi sukses, saya pamit pulang dengan mata ngantuk dan badan pegal. Alhamdulillah, bisa sampai di rumah dalam 30 menit. Enaknya kalau pulang malam tuh jalanan gak macet. Lancar pisan. Udaranya juga sejuk benerrrr. Tapi sayang, sejuknya bisa bikin masuk angin. Dan orang rumah selalu khawatir kalau jagoannya gak pulang-pulang emoticon

Seperti biasa, kalau capek saya selalu susah tidur. Akhirnya browsing cari info manfaat buah-buahan untuk kulit, dan nemu resep membuat manisan tomat. Heheheee….

Baru bisa tidur jam 12, itupun masih dibayang-bayangi beratnya siang kemarin. Rasanya mengharukan, saya bisa melewati masa-masa itu. Saat pikiran saya harus fokus pada banyak hal yang malah membuat konsentrasi terpecah. Dokumen-dokumen yang saya sentuh serasa berkelebat lagi di depan mata. Hahaha, lebay banget sih. Tapi bener deh, semua itu membuat saya susah sekali untuk tidur.  Terutama kalau ingat ada dokumen yang terlambat dikirim karena messenger-nya juga sibuk banget. Sampai ditegur sama atasan tuh rasanya gak enak hati banget. Terkesan gak bisa kerja. Hikkkzz…. Walah, seharian kerjaan berantakan semua deh. Untuk menenangkan diri, sebelum terlelap saya buat list pekerjaan yang harus didahului paling pagi.

Dan saya mulai sejak pukul 4 pagi setelah sahur. Hari ini akan lebih berat dari kemarin, makanya urusan-urusan perintil yang bisa difollow up by email dan surat-surat yang perlu dibuat, saya dahulukan di rumah (sambil berjanji dalam hati untuk menagih biaya listrik dan internet kepada perusahaan, hahahahaaa). Karena kalau gak gitu, saya bakal lebih keteteran. Tapi hal ini gak akan saya lakukan sering-sering. Enak aje!!!! Ini kan berhubung sungguh amat sangat terpaksa banget sekaleee…

Saatnya imsak untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, saya lupa minum. Oh, nooo…!!! Bete bete bete emoticon. Alhasil, baru adzan subuh berasa sangat haus.

Biasanya setelah sholat subuh saya tidur lagi. Tapi hari ini beda. Selepas adzan saya masih di depan laptop. Mendekati jam 5, masak air untuk mandi (gak berani kena air dingin, hihi). Sambil nunggu airnya panas, luluran biar kulit bersih emoticon. Lalu mandi /?>[]<@@*$#$%^&**&^%$, artinya ?^$%(!@^$#/ (udah deh gak dibahas bagian ini).

Pokoknya, tau-tau saya sudah rapih pakai mukena, berdiri diatas sajadah berwarna biru tua. Baca niat lalu takbirotul ikhrom.

Subhanallah, indah banget rasanya kalau sholat bisa khusyu’ dan tidak ada syaiton bergelantung dimata (yang bikin ngantuk) saat mengaji. Hati serasa berbunga-bunga, mengembang sampai penuh sesak dengan kenikmatan.

Sudah jam 6, saya keluar kamar, buka pintu depan, berdiri di teras, rentangkan tangan. Menghirup udara pagi yang jarang sekali saya lakukan. Masya Allah, bersih banget udara di sini. Beruntung deh tinggal di rumah yang jauh dari jalan raya, sehingga tidak perlu terganggu polusi (secara langsung).

Pagi ini saya bahagia sekali. Dan siap untuk kembali melakukan tugas-tugas mulia sepanjang hari ini. Besok ada pembukaan restoran cabang baru di Citra I Kalideres. Tentu saja hari ini akan lebih sibuk dari biasa. Pasti! Tapi ini adalah pagi terbaik saya. Meskipun lupa minum dan konsumsi multivitamin setelah sahur, harus tetap semangat!!! List yang saya buat semalam siap dilaksanakan sepenuh hati dengan mengharap Ridho Allah SWT.

Saya tahu, pukul 10 nanti atasan saya akan tiba di kantor. Saat itulah saya sebaiknya sudah selesai setting program diskon untuk green ville dan siap melaporkan update soal grand opening di Citra I.

Bismillaahirrohmaanirrohiim…

Mengawali hari ini dengan tidak pernah berhenti tersenyum sepanjang perjalanan menuju kantor, mudah-mudahan bisa awet muda emoticon

Dan semoga, hari ini berjalan dengan baik. Amiin… emoticon

BLOGAN 2009September 2, 2009 4:00 pm

Puasa hari ke-12. Masya Allah, ada gempa.

Hari ini seperti biasanya, saya bekerja di kantor dengan mata terfokus pada monitor, otak berpikir, jari dan keyboard beradu (lagu siapa ini?). Tiba-tiba kursi saya terasa bergerak ke atas dan ke bawah. Seketika saya langsung mencurigai sesuatu yang dinamakan gempa.

Selama dua detik saya dan Feny saling pandang. "Goyang ya?" kata teman sekantor saya ini, memastikan bahwa bukan cuma dia saja yang merasakan getaran bumi. Lalu menyusul dari ruang sebelah: "Ih, gempa ya?" kata Nita.

Pukul 14.50, pintu kantor bergerak-gerak. Saya intip keluar dari tirai pintu utama. Beberapa tukang yang sedang mengerjakan renovasi terlihat diam dan saling pandang. Ada yang masih pegang sekop, yang jongkok, sama satu lagi nyandar di dinding. Mungkin mereka sedang bertanya-tanya, ‘gempa, kah??’. Lalu getarannya semakin terasa, kepala sampai pusing. Saya dan teman-teman memutuskan untuk keluar ruangan setelah menyambar handphone dari atas meja.

Beberapa orang sudah berkumpul di depan kantor yang letaknya di lantai 2 (open air). Ada waiter & waitress, bartender, dua orang staff catering dan para tukang. Heboh. Bu Evy, yang masih trauma dengan gempa karena pernah mengalaminya di jogja tahun 2006 lalu, histeris ketakutan. Cool, i was stay cool. Tapi lama-lama panik juga saat melihat pohon kelapa bergerak-gerak cepat ke kanan, ke kiri. Astagfirullah. Sebisa mungkin mengucapkan do’a yang saya ingat. Terutama do’a semoga kami semua selamat.

Dan, panik saya akhirnya sampai ke ubun-ubun. Billboard ternyata bergerak lebih dahsyat daripada pohon kelapa. Ya Allah, benda itu kan ditanam oleh manusia. Yang ada kondisinya akan lebih mudah roboh daripada pohon kelapa yang ditanam oleh Tuhan. Kepala tambah pusing karena guncangannya lumayan besar. Tanpa sadar, ternyata Bu Evy berpegangan erat pada tangan saya sambil teriak-teriak minta ke lantai dasar. Jantung saya berdegup jauh lebih cepat dari deg-degannya orang kaget biasa. emoticon

Semua berlarian menuju tangga. Yang paling heboh adalah tukang yang tadi menyandar pada dinding. Dia yang lebih dulu lari ke tangga menuju dapur, diikuti teman-temannya. Saya dan yang lain lewat tangga depan yang langsung menuju hall. Masya Allah, susahnya menuruni anak tangga dalam keadaan bumi bergoyang.

Sampai di teras, bergabung dengan seluruh staff beserta beberapa tamu yang terpaksa menghentikan makan mereka (maaf, memang tidak berpuasa). Seluruh penghuni komplek greenville rupanya sudah berada diluar bangunan. Getaran gempa masih terasa, billboard masih bergerak-gerak. Saya duduk bersama Nita di luar teras dekat halaman parkir. Oh, God! Badan lemas tak terkira. Bu Evy dengan wajah pucat, mengungkapkan betapa takutnya dia terhadap gempa. Saya turut prihatin atas kejadian yang pernah dialaminya.

Handphone saya berbunyi, dari Are - Tangerang. Tanpa menyapa, langsung saya laporkan kejadian yang baru saja saya alami.

"Re, gempa nih. Oh disana juga? Terasa banget gak? Ah, masa sih? Tower apa yang gerak-gerak? Maksudnya BTS? Ya ampun, parah banget dong, yah? Iya, ini aku udah keluar gedung koq. He’eh. Kamu baik-baik ya."

Pfh, kalau di Jakarta saja terasa gempa, pasti juga akan terasa di area sekitarnya. Tapi dimanakah pusat gempa berada?

Setelah guncangan tidak terasa lagi, saya dan yang lainnya melanjutkan pekerjaan seperti biasa. Menghubungi orang rumah, memastikan mereka baik-baik saja, dan melaporkan kejadian ini kepada atasan saya yang sedang di luar kota, by yahoo messenger. Beliau tidak merasakan ada gempa, tetapi menanyakan kondisi bangunan. Alhamdulillah, bangunan kantor dan restoran baik-baik saja.

Sambil cari info pusat gempa, saya malah mendapatkannya dari facebook. Satu orang dari ratusan teman yang telah meng-update status seputar gempa, ada yang menulis:

"Pusat gempa di tasikmalaya kekuatannya 7.3 SR berpotensi tsunami dengan kedalaman 30 km"

Ngeri… membayangkan jatuhnya korban.

Hari ini, Allah melindungi saya, keluarga dan teman-teman. Do’a minta selamat itu terkabul.

Kita masih bisa pulang kerumah dengan selamat. Berbuka puasa bersama keluarga, sholat tarawih berjamaah. Menikmati makan malam, kue-kue, update blog sambil makan martabak manis. Tetapi, banyak orang yang tak seberuntung itu. Di Tasik, Bandung, Garut dan tempat-tempat lain, ada nyawa yang tak terselamatkan.Bahkan jika mereka selamat, tentu menyisakan trauma yang mendalam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun okezone, 26 orang tewas, sementara 305 korban menderita luka-luka.
"Itu data sampai pukul 20.30 WIB," kata Kepala Pusat Pengendalian Krisis Departemen Kesehatan dr Rustam S Pakaya kepada okezone, Rabu (2/9/2009)

Sekali lagi, Allah memperlihatkan kebesaranNya. Untuk kita yang selama ini berpura-pura tidak melihat kekuasaanNya.

Innalillahi wa innailaihi rooji’uun… emoticon

Turut berduka cita atas korban gempa tasikmalaya dan sekitarnya.

BLOGAN 2009August 31, 2009 5:33 pm

Ibu saya selalu melakukan pekerjaan yang satu, sambil menyelesaikan pekerjaan yang lainnya. Masak sambil menyapu lantai, menjahit sambil tunggu cucian bersih di mesin cuci, menunggu sambil membaca (yep, mom loves reading).

Memang enak mengerjakan dua hal pada saat yang bersamaan. Selesainya bisa lebih cepat. Misalnya, menunggu hasil download sambil baca-baca artikel. Heheeee….

Hm, apa yah yang bisa saya kerjakan secara bersamaan? Buat laporan sambil nelpon-nelpon vendor? Yeah, that’s easy. Atau nge-blog sambil jagain keponakan kecil? Uw, gampang!

Banyak lah yang bisa dikerjakan secara bersamaan, selama satu pekerjaan punya jeda waktu tunggu supaya bisa mengerjakan hal lain yang lebih ringan dan waktu pengerjaannya lebih sedikit. Emang iya? Ini apa sih??? Hahaha…

Sejak saya berangkat ke kantor bawa motor sendiri (emang kuat), saya selalu membiasakan diri pakai headset: sambil bawa motor, dengerin radio emoticon, senyum-senyum sendiri kalau siarannya lucu.

Kalau ada telpon masuk, bisa langsung terima : bawa motor sambil terima telpon

Kadang Mom telpon nitip lauk untuk makan malam : bawa motor sambil taking order emoticon "Maunya makan apa? Ooh gitu. Ya ya, beli berapa nih? Hm, iya deh."

Si dede seriiiing sekali telpon, meminta saya cepat pulang dengan nada saaaangat manja!!! Pfh : bawa motor sambil merayu dede supaya gak ngambek. "Ya, ini sebentar lagi sampe rumah ya De…"

Telpon dari kantor, tanya hal-hal paling penting sedunia : bawa motor sambil jadi guide "Itu loh mbak, piringnya kan udah dateng kemarin. Masih di dalam kardus cokelat, taronya di ruang atas dekat lemari. Ada 3 kardus, semua ukurannya sama aja. Kalo gak ada disitu berarti udah dipindahin dong. Coba cek di gudang, minta dibukain pintu sama staff general ya. Jangan lupa dicatet pengeluaran barangnya ya, mbak."

Telpon dari vendor : aaduh, ini bawa motor sambil kerja nih. "Ya Bu? Bener yang itu. Jangan ketuker ya jumlahnya. Tolong perhatikan warnanya jangan ada yang beda, harus sama persis. Wah, masa mahal banget? Gak deh, sama saya masa segitu sih? Lagian kan pesennya banyak koq. Oke, ditunggu secepatnya ya. Saya perlu segera." Hahahahaaa…..

Atau mau bawa motor sambil jadi superstar? Oh, bisa banget! Nyanyi keras-keras dengan lagu yang di-improve abeeeesss…. emoticon

Yang paling seru, bawa motor sambil melintasi beberapa musim. Dari musim panas di Cipadu, musim semi di pinggir tol kebon jeruk, musim gugur di jalan panjang, musim duren di joglo, musim hujan di…. di tempat yang ada hujannya lah pokoknya.

Well, itulah informasi tidak penting seputar ’sambil menyelam minum air’ yang saya tiru dari Mommy (tp kalo Mom kerjaannya penting loh ya…). Like mother like daughter. Heheehehe…

BLOGAN 2009August 22, 2009 12:15 pm

Alhamdulillah, sudah memasuki hari pertama Ramadhan (baca: Romadhon). Sayangnya, hari pertama ini saya gak bisa ikutan puasa karena jatah bulanannya belum habis. Tapi tetap ikutan sahur. Hehe. Biar siangnya kuat aja sih. Karena gak mungkin makan siang. Selain dikantor ga ada yang buatin makan siang selama puasa, juga ditempat saya bekerja mayoritas muslim. Risih kalo makan sendirian (kecuali ada yang nemenin. Hohohoo…) Meskipun ada ruang makan tersendiri, bisa lah kalau mau sembunyi-sembunyi makan. Tapi (lagi), ruang makan ada di sebelah ruang sholat. Yang ada bisa mati gaya.

Puasa kali ini memberikan semangat tersendiri buat saya. Mengingat di kantor waktu selalu terasa sangat singkat. Datang jam 9 pagi, tiba-tiba sudah waktunya pulang, jam 5 sore. Melakukan aktifitas tak terkira yang selalu saja membuat saya terlambat makan. Bukannya sengaja menunda makan, tapi kadang lupa, kadang lagi nanggung, kadang gak napsu. Hahah, alesan aja ya? Well, dengan berpuasa setidaknya tidak perlu berpikir ‘duh, udah jam 1 belum makan??’ atau ‘kalo keluar makan sekarang, ada yang nyariin gak yah?’. Karena kalau di kantor ada masalah, mereka akan mencari saya. Tahu kan, hidup ini banyak masalahnya. So, semakin banyak masalah, makin sering saya dicari-cari dan makiiiiin lama waktu makan akan mundur berjam-jam emoticon

Semalam saya merasa tak enak badan, pegal-pegal dan sakit di bagian punggung. Bangun sahur jam 3, still fine. Mendekati jam 4, kepala saya pusing. Oh, tidurnya masih kurang nih. Dengan memutuskan untuk tidur lagi, saya berharap akan bangun jam 6.30, supaya bisa berangkat lebih pagi. Ow, salah. Saya telat bangun. Jam 7.46. Alarm yang sudah saya setting sesuai waktu yang diinginkan ternyata terabaikan. Sudah 7 kali berbunyi, saya masih belum bangun dan tidak terusik sama sekali. Mirip sama kebo!!! Langsung mandi, untung ga perlu sarapan. So, langsung lah berangkat sama si Mio.

Perlu waktu 45 menit untuk sampai ke kantor. Pagi ini saya pilih Jl. Kedoya Raya sebagai jalur berangkat. Di jalan itu masih bernuansa merah putih banget setelah 5 hari lalu kita memperingati dirgahayu RI ke 64. Sepertinya warga setempat merayakan dengan sangat meriah. Mungkin atributnya akan terus terpasang sampai harus diganti dengan pernak-pernik berbentuk ketupat dan bedug menjelang lebaran nanti. Hehe.

Jalanan sepi karena hari sabtu. Meskipun hati senang karena tidak ada macet di Jl. Kembang Kerep dan perempatan Jl. Raya Panjang, tapi kepala tidak mau ikutan senang. Masih pusing selama perjalanan. Kadang sampai takut badan gak seimbang saat mengendarai sepeda motor. Untungnya masih bisa konsen, riding sambil mendengarkan siaran Andari di Prambors.

Sampai di kantor, sejenak saya duduk santai. Melakukan larangan kerja seperti: merebahkan kepala di atas meja, memejamkan mata, atau merebahkan kepala pada sandaran kursi. Yang mana semua kelakuan buruk diatas bukannya membuat saya merasa baikan, malah tambah berkunang-kunang. Ada yang tidak beres dengan saya. Dan semua pekerjaan tidak akan pernah tersentuh kalau saya masih seperti ini sampai jam 3 sore. Akhirnya, pejuang ini bangkit dengan pekerjaan pertama: memanfaatkan stop kontak baru untuk sambungan listrik printer All in one yang kemarin berhijrah dari meja saya keatas credenza baru.

Pekerjaan lain langsung menyusul setelahnya. Syukurlah, hari ini tidak ada yang terlalu heboh. Hanya ditegur atasan karena saya terlambat mengirim design yang kemudian saya kirimkan gambar seadanya (aduh, maaf bos saya sampai sekarang malah belum terima design aslinya), menghubungi sponsor (yeah, cari sponsor di hari sabtu), hitung budget, revisi sesuatu dan lainnya yang berakhir dengan bingung sama jadwal operasional restoran selama bulan puasa. Semua berjalan lancar, kecuali satu: kepala saya masih pusing dan selama bekerja saya beberapa kali menjatuhkan barang.

Jam 3 sore, sudah waktunya pulang. Setelah menerima contoh bahan dari vendor seragam, saya berkemas-kemas. Mengingatkan teman-teman seruangan untuk pulang tepat waktu, setelah bekerja tanpa istirahat selama 6 jam. Wah, perhatian sekali ya? Dan apa yang terjadi? Mereka sudah siap lebih dulu dari saya. Maka sayalah yang keluar ruangan paling terakhir. Selalu tidak lupa mematikan AC dan mengunci pintu kantor.

Di ruang sebelah, petugas catering sedang menyiapkan kolak untuk buka puasa karyawan. Berhubung saya akan buka puasa di rumah, jadi kolaknya bungkus untuk dibawa pulang emoticon. Sebelum pulang, ngobrol sebentar dengan kasir, soal menu buka puasa.

Jalur pulang saya pilih Jl. Raya Panjang, belok kanan di bawah jembatan tol kebon jeruk lalu menyusuri pinggir tol sampai gedung Kawan Lama. Putar kiri menuju meruya dan lurusssss sampai deh di rumah.

Assalamu’alaikum….

Mommy menjawab "Wa’alaikumsalam, udah pulang aja. Mamah belum masak nih." Lalu komentar keponakan saya, kata adiknya : "Udah pualng aja sih?", kata abangnya: "Lah, koq udah pulang deh." Lahhhhh, kenapa sih kalau hari ini saya pulang cepat? Sudah keseringan pulang malam kali yah? Uh, saya kan juga pingin buka puasa dirumah bareng sama mereka. Gosipnya, menu hari ini sayur asem dan ikan asin. Woowww… Seger tuh pastinya.

Sewaktu dijalan tadi, saya sambil mendengarkan radio prambors. Siapa yah penyiarnya? Gak kenal. Yang jelas, beberapa kali si penyiar menginformasikan, menjelang magrib akan diputarkan BCR (Balada Cerita Ramadhan) 2009, episode perdana. Kira-kira jam berapa ya? Lalu siaran berikutnya, seperti suara Daud. Diberitahu lagi tentang BCR dan info soal BLOGAN 2009, yaitu berbagi pengalaman Ramadhan. Dengan begitu prambors akan meng-update dan memasang semua link blog yang diterima, setelah kawula muda mendaftarkan diri dengan mengirimkan biodata diri dan link blog ke info@pramborsfm.com.

Sambil tunggu BCR, saya mendaftarkan diri ke BLOGAN 2009 dan mulai nge-blog. Tapi, mau nulis apa yah? Hahahaaa…. padahal tadi dijalan sudah berangan-angan, tulisan apa yang akan saya buat.

Akhirnya yang ditunggu datang. BCR 2009. Episode pertama ini baru memperkenalkan karakter-karakter dalam dunia radio. Ada Karin (pasti diperankan oleh Andari), Rendra (ini mah suara Mas Darto nih), lainnya saya gak terlalu kenal. Tapi ada suara si Intan juga, lupa aja dia berperan sebagai siapa emoticon. BCR baru setengah, saya diminta beli es buah di pasar dekat rumah. Karena gak mau ketinggalan ceritnya (padahal bakal masih ada re-run-nya kan), saya pergi beli es buah sambil dengar radio. Cerita akhirnya, semua teman-teman Karin memberikannya surprise. Oh, jadi rupanya si Karin ulang tahun toh? Dia dikerjain, harus menggantikan Rendra siaran karena mobilnya habis tabrakan. Ternyata hanya bohong belaka. Aih, senangnya dapet surprise emoticon.

Gak lama setelah saya kembali dari tukang es buah, adzan magrib berkumandang di jagat raya (apaan seeehhh??). Langsung deh ikutan buka puasa bareng orang rumah. Nikmat banget, alhamdulillah… Baru selesai makan, sebentar lagi sudah mau isya. Cepet banget sih? Apa saya yang makannya lama ya? Semua orang bersiap-siap menjalankan ibadah sholat tarawih. Tinggal saya sendiri di rumah. Akhirnya, mulailah nge-blog lagi. Kali ini tulisan saya mengalir. Berhenti hanya untuk minum. Sesekali buka facebook. Malam ini teman saya yang online hanya 9 orang. Semoga sepinya facebook karena orang-orang sedang tarawih. Bukan jalan-jalan di mall dengan alasan ‘habis buka puasa bersama’. Haha.

Sampai rumah ramai kembali setelah selesai tarawih, saya masih nge-blog. Dengan posisi duduk yang sudah beruba-ubah karena pegal, akhirnya saya putuskan untuk istirahat saja. Karena kepala masih pusing sekali. Habis ini mau minum obat, terus tidur deh. Supaya besok merasa baikan. Tapi, kolak yang tadi saya bawa dari kantor kan belum dimakan? Wahhh,,, santap dulu ahh….

FamilyMarch 11, 2009 8:55 am

Minggu, 8 Maret 2009.

Seperti biasa, Minggu adalah hari bermalas-malasan (ini versi saya, karena versi Mommy, setiap hari gak boleh malas)

Pukul 05.45, saya masih enak selimutan di kamar, saat abang datang dan langsung masuk kamar saya.

Abang : "Teh, gak kerja?"

Saya   : (kerja?? mikir sebentar.. Terus ngejawab sambil menggeliat) "Nggak, kan hari minggu."

Abang : "Oh kalo gitu nitip Sanu, ya? Soalnya kakaknya pada pergi semua."

Saya   : (mikir lagi) "Tapi ntar mo kondangan jam 11"

Abang  : "Kalo mau kondangan gantian aja sama Mom"

Sepakat!!

Masih ingat Sanu? Itu, keponakan saya yang ke-19. Hehe… Yang dulu saya gak berani gendong dia dan susahnya minta ampun waktu gantiin baju.

Sanu umur 2 bulan, udah bisa tengkurep sambil nonton TV

Sejak dia lahir, sudah seperti bintang di keluarga saya. Dan saya jadi punya rutinitas baru : pagi sebelum ke kantor, saya masuk kamarnya dulu. Kalau udah bangun saya gendong sebentar, kalau masih tidur, cuma saya liatin aja (dalem hati: lucunya ini anak…)

Malam sepulang dari kantor, bertandang lagi kerumahnya (eh, bertandang itu apaan sih?). Kalau udah tidur, cuma liatin lagi kayak tadi pagi. Tapi kalau belum… Whohohohoooo… "Teh, sanu gak mau tidur nih…" kata si mamah atau papahnya atau kakak-kakaknya. Then, sim sala bim…. digendong bentar langsung bobo. Kata mamahnya sih, Sanu bukan tidur. Tapi pingsan gara-gara bau keringet karena saya gak mandi sore. Hehehe….

Back to Sunday… Mamah dan Papah Sanu mau pergi ke Bintaro, biasa deh… BAZARRRR…. Akhirnya pagi itu saya berlagak jadi ibu-ibu yang punya anak kecil.

Habis Sanu mimi susu, saya bawa ke kamar mandi yang sudah ada bak mandi berisi air hangat kuku. Terus ceburin si bayi sampe tenggelem, angkat, tenggelemin lagi, angkat lagi. Ini namanya memandikan bayi metode celup.

Hush!! Becanda lahhhh… Itu mah namanya membunuh bayi metode celup kaleeee… emoticon

Yang bener : Sanu duduk di bak, water is his best friend gitu loh jadinya dia senenggggg banget.

Pertama basahin kepala si bayi (kalo umurnya 10 bulan masih bisa dibilang bayi gak sih???), ambil shampoo sedikit, terus usek-usek di kepalanya. Hehe, kalo yang ini beneran, emang saya usek-usek kepalanya sampai berbusa.

Kedua, bilas kepalanya dengan air bersih. Nah, ini bagian tersulit nih. Karena dia mengerjap-ngerjap ketakutan. Duh, jangan-jangan saya salah nih caranya. Padahal udah sering ngeliat si Kakak mandiin emang gitu koq metodenya.

Ketiga, kasih sabun ke badannya. Saya paliiiiing suka waktu sabunin tangannya. Ya ampun, jari-jarinya lucu bangetttt!!! Terus bilas lagi badannya pakai air.

Keempat, udahan mandinya. Angkat bayi dari bak mandi, tiup telinga kanan kiri dan juga udelnya (yang ini apa sih? Mamahnya suka gini kalo abis mandiin, jadi saya ikutan aja tapi gak ngerti maksudnya)

Proses memandikan selesai, bawa ke kamar untuk dibedakin dan pakai baju. Dress code: kaos warna biru dan celana warna putih. Kalau pakein baju sih gampang lah, tinggal set set set set,,, dah… Tau-tau tuh anak udah ganteng!!

Jam 8 Sanu kayaknya lapar. Saya buatin bubur bayi, sambil gendong Sanu dan berdebat dengan dede Alka.

Saya : "Hmmm, berapa sendok ya buburnya?"

Alka  : "4 sendok."

Saya : "3 sendok kali, de…"

Alka  : "Ih, ateh… dibilang 4 sendok "

Saya : "3 sendok, dede. Ateh pernah koq denger mamah bilang Sanu makannya 3 sendok"

Masukkan 3 sendok bubur beras merah ke dalam mangkuk, kasih air panas tambah air adem sedikit. Aduk…. sampaaaai rata!! Udah jadi, tapi koq dikit amat yak?

Alka : "Tuh, apa dede bilang. 4 Sendok!!"  (sewot sambil ngeloyor pergi) emoticon

Saatnya Sanu makaaannn…. Pas disuapin dia koq malah gerak-gerak gitu sih? Baju saya sampai belepotan kena bubur. Udah gitu buburnya netes-netes ke lantai, meja, kasur karena suapinnya sambil jalan-jalan (tips dari mamah Sanu: buat dia lupa bahwa dia sedang makan. biar abis buburnya)

Abis makan, main lagi. Mobil-mobilan, ikan-ikanan, kura-kuraan (atau kura-kura-kura-kuraan), poster yang digulung-gulung, buku, majalah. Apa aja deh dia mainin, banyak. Saya sampai gak inget. Singkat cerita, Sanu menguap pertanda ngantuk. Yuk mariii, saatnya me-ninabobo-kan anak ini. Nyalahin AC, kasih liat cicak, gendong sambil digoyang-goyang badannya, nyanyiin "Cicak Di Dinding".

Ssshhh… Ssshhh… Sssshhh…. Tidur deh…. emoticon

Gimana yah perasaan para ibu-ibu setelah berhasil membuat anaknya tertidur? Koq saya seneng banget nge-boboin anak orang? Heheheeee…

Hhmmm…. Sanu is my little star.

Sanu umur 10 bulan 6 hari lagi main sama Ateh

FamilyJanuary 29, 2009 8:55 am

Suatu kali, dalam mata kuliah Sistem Penunjang Keputusan (MKM 3 sks) dosen saya Bpk. Bagus Tri Prabawa bertanya kepada beberapa mahasiswa cowok (iya lah cowok, kalo cewek sih mahasiswi, bukan??) siapa artis yang menurut mereka cantik???

Dian Sastro adalah jawaban mayoritas. Saya yang bukan cowok pun, ikut-ikutan menjawab sama. Lalu Pak Bagus heran, kenapa yah kebanyakan orang memilih Dian Sastro sebagai perempuan cantik? Ya jelas, emang dia cantik. Semua orang juga tau kan yah? Tapi Pak Bagus minta kami memikirkan, apakah Dian Sastro tetap cantik saat dia tidak ber-makeup? Masihkah dia cantik saat bangun tidur dan saat perempuan itu sedang (maaf) pup??? (Heh, gak usah ngebayangin yang benerannya deh!!) emoticon

Saya pernah dengar sopir angkot sedang ngobrol dengan navigatornya soal perempuan cantik. Mereka sepakat, bahwa perempuan cantik adalah mereka yang pas bangun tidur aja teteeeeep cantik, apalagi kalau sudah dandan. So, kalau saja Dian Sastro masih cantik tanpa make up saat bangun tidur, maka dia adalah perempuan cantik versi sopir angkot dan partnernya itu. Lalu, apa ada orang yang cantik meskipun sedang berantakan? emoticon

Orang-orang seperti itu memang ada kali yah?? Di kehidupan sehari-hari, saya berjumpa dengan orang macam itu setiap hari. Tapi, ini masih belum kuat juga sih kata Cantik itu sendiri karena perempuan ini masih keciiiiil banget. Heheh.

 Ini dia saat bergaya…


 

Lalu ini saat dia cengok (lagi nyari sandal nih di bawah)

 

 Dan ini, saat dia ngambek

 

Dia justru cantik banget pas lagi marah gitu, abis nangis. Hehe… Anak ini cantiknya ngalahin Dian Sastro kayaknya… emoticon Duh saya jadi kangen sama anak ini.

Family, FriendsDecember 31, 2008 8:44 am

Aaaa….aaaawwwwwwwww…….

Yuhu, hari ini sudah 31 Desember 2008. Ah yang bener loooccchhh??? Serius loooccchhh???

Hehe, cepet banget yah waktu berlalu. Setahun ini gak terasa, tiba-tiba udah penghujung tahun ajahhhh!!!

Well, setiap menyambut tahun baru, saya selalu ada resolusi. Yang mana, gak semuanya bisa tercapai. Resolusi yang saya buat tahun lalu (untuk tahun ini)… Apa yah? Catetannya hilang. Tapi yang saya ingat, mau beli notebook yang gak kebeli juga sampe sekarang karena kebanyakan jajan ga bisa nabung dengan baik dan benar. Hahahaha. Dan mengingat dolar lagi melambung juga, akhirnya notebook itu tidak lagi menjadi prioritas saya (hehe, ngeles)

Selain resolusi, saya juga selalu me-review kejadian-kejadian penting setahun terakhir. Well, mari kita mulai….

10. Ambil cuti dua hari. Pergi bareng teman dan keponakan nonton Final Uber Cup di Istora Senayan. Gak akan pernah terlupakan gimana rasanya ngantri tiket berdesakan hampir jadi bubur. Dan besoknya berangkat ke bogor bareng teman-teman cewek. Tapi karena mobil mogok di tengah jalan, Bogor hanya tinggal mimpi. Akhirnya sentul jadi tujuan utama.

9.  Touring ke Curug Nangka bersama G.A.B. Mereka teman saya sejak highschool.

8.  23 Februari. Ah, yang ini saya gak perlu ceritain lah ya… Hehe!

7.  Nonton Live Music Andra and The Backbone. Wow, pertunjukan paling rusuh yang pernah saya datangi. Hikz…

6.  Liburan ke Bandung. Nah ini penting, karena gratisan. Semua biaya ditanggung sama Oom saya yang uangnya udah gak ketahuan banyaknya. Hahahaha…

5.  Door to door. Acara rutin tahunan bersama teman-teman himka setiap habis lebaran. Saling mengunjungi, maaf-maafan sambil kangen-kangenan. Semoga tahun depan masih bisa.

4. Adjustment salary. Pasti banyak orang mengalami hal ini tahun 2008. Tapi yang menjadikan peristiwa ini penting adalah: saya mendapatkannya dua kali dalam setahun. Hehe…

3. Keliling Monas. Sama Are panas-panasan menuju monas. Karena belum tau ‘dimana sih parkirannya???’ jadi parkir di sarinah, terus naik busway ke monas. Dan… Pulangnya males aja gitu naik busway lagi. Kami berdua jalan kaki sampai sarinah. Hehe…

2.  Ulang tahun saya sendiri. Hari itu akan selalu penting setiap tahunnya. Saya yang biasa bikin surprise buat teman-teman, kali ini kena batunya. Are membalaskan semua itu. But thanks a lot yah, Kang.

1.  Lahirnya Sanubari Muhammad. Keponakan yang ke-19 itu telah merubah banyak hal dalam hidup abang saya dan anak-anaknya, juga saya sendiri. Seperti ada warna baru bagi kami.

Sepuluh kejadian di atas terlihat biasa aja? Ya memang biasa. Bukankan sesuatu akan menjadi luar biasa kalau kita sendiri yang mengalaminya? Dari seluruh rangkaian peristiwa simple di atas, semuanya tak pernah semudah yang kalian bayangkan. Saya saksi hidupnya (halah, apaan ssseeeehhh??)

Terlepas dari hal-hal di atas, saya mau mengucapkan terima kasih untuk satu tahun yang saaaangat indah, kepada:

1. Allah SWT. Untuk kesehatan, keselamatan, kebahagian yang diberikan. Juga atas rizki yang tak pernah putus Dia limpahkan.

2. Mom, Dad, brothers, sisters, nephews, nieces, all of my big family. Setelah saya hitung, ternyata jumlah kami sekeluarga adalah 41 orang. Big banget kan?

3. Sahabat dan teman-teman saya. Tahun depan mau keliling dunia, jadi gak?

4. Mmm… buat bos saya deh. Sama orang-orang sekantor. Ternyata kita betah ya sempit-sempitan di situ? Hehe.

5. Sopir angkot. Yep! Makasih tiap hari nganter saya ke kantor dan ke rumah lagi emoticon

6. Dan tentu saja, terima kasih Areza  emoticon

Kata Are, notebook itu belum terlalu penting buat saya. Oke, jadi resolusi saya tahun 2009 bukan lagi soal gadget itu. Tapi semoga saya bisa renovasi rumah emoticon. Amiin…

So, apa resolusi kamu??? Semoga bisa tercapai tahun depan.

Happy New Year….. emoticon